Perangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 Bergambar Presiden Jokowi resmi diterbitkan pada 26 Februari 2021. Sesuai Undang-undang, perangko diterbitkan oleh Pemerintah (Kementerian Kominfo) dan dilaksanakan PT Pos Indonesia.

Penerbitan Perangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 melibatkan Kementerian Kominfo, Kemenkes, KPC-PEN, Kementerian Sekretariat Negara, PT Pos Indonesia, dan Perum Perruri.

Presiden Joko Widodo menandatangani Prangko Seri  Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 dalam Peluncuran Program Konektivitas Digital tahun 2021.

Perangko sebagai Penanda

Menurut Menkominfo Johny G Plate, penerbitan perangko itu menjadi penanda kesigapan bangsa Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19.

Kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menghadiri peluncuran Program Konektivitas Digital tahun 2021 dan peluncuran Prangko Seri  Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 pada pagi hari ini

Menkominfo Johny G Plate

Menteri Johnny menegaskan peluncuran Prangko Seri Vaksinasi Nasional Covid-19  merepresentasikan Indonesia sebagai negara yang dengan cepat dan sigap memerangi pandemi Covid-19.

Melalui vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat agar dapat mencapai kekebalan kelompok (herd immunity)

Perangko Digital dengan Barcode

Menteri Kominfo menjelaskan bahwa di masa yang akan datang, penerbitan prangko dapat dilakukan secara digital dengan metode barcode untuk tracking dan tracing.

Dan dilengkapi dengan fitur Augmented Reality pada prangko agar menjadi lebih detail dan menarik

Sehari sebelumnya, Menteri Johnny mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 kepada awak media di Hall Basket Senayan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kominfo menegaskan kegiatan vaksinasi seperti yang dilakukan kepada awak media merupakan awal dari proses vaksinasi.

Ini semua dilakukan sejalan dengan seluruh protokol dan prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan

Menteri Kominfo mengajak seluruh komponen bangsa termasuk termasuk insan pers untuk mengawal dan menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

(Vaksinasi) bisa dilakukan dengan baik bila kita bekerja bersama-sama secara gotong royong, hambatan pasti bisa kita atasi

Peluncuran prangko menjadi nilai tambah bagi masyarakat karena fungsi perangko sebagai alat edukasi dan penyebaran informasi. Perangko menjadi penanda peristiwa yang ditampilkan di dalamnya sekaligus dapat merefleksikan kemajuan peradaban suatu bangsa.

Eksistensi perangko tak mati meski kini banyak kemudahan dalam berkirim surat melalui elektronik. Perangko tetap eksis. Fungsinya pun kian luas dari pengiriman surat, komoditi dagang, hingga alat diplomasi.

Sejak dulu desain perangko menjadi magnet bagi masyarakat mengoleksi perangko. Alhasil, masyarakat masih suka membeli perangko meski tidak digunakan untuk mengirimkan surat.

Dari segi materi, perangko juga bisa menjadi salah satu model berinvestasi yang cukup menjanjikan. Banyak orang yang bisa kaya raya dengan mengumpulkan perangko.

Eksistensi perangko tak akan hilang lantaran hampir setiap tahun selalu ada lelang perangko. Peserta lelang umumnya berasal dari berbagai negara. Perangko bak barang mewah yang tak sedikit orang yang rela membayar mahal demi kepuasan memiliki perangko yang diinginkan.

Kebanyakan kolektor perangko juga yakin jika perangko yang dibeli dengan harga mahal itu akan semakin mahal dalam masa beberapa tahun mendatang.

Filatelis akan cenderung rela mengeluarkan uang berapapun jumlahnya demi memuaskan hobi mereka.

Sementara, PT Pos tidak bisa mencetak ulang perangko ketika permintaan naik.

Perangko tetap eksis lantaran bisa menyampaikan misi diplomasi. Beberapa perangko didesain sebagai salah satu bukti hubungan bilateral.

Contohnya, desain perangko bergambar candi Prambanan dan gunung Fuji yang pernah diterbitkan pada tahun 2005 silam.

Desain perangko ini sekaligus menjadi suatu symbol hubungan diplomasi antara Indonesia dan Jepang.

Termahal di Indonesia masih kalah di dunia. Ada perangko yang harganya lebih mahal.

Misalnya saja Prangko British Guiana 1c Magenta. Prangko terbit pada 1856. Dan saat ini hanya tersisa satu biji.