Tips Menghemat AC dan Bagaimana Mengaturnya Bila Punya Bayi

Tips Menghemat AC – Di tengah perkembangan teknologi yang sangat maju seperti sekarang ini, fitur-fitur AC semakin canggih. Menggunakan AC memang membuat ruangan nyaman. Namun, menjadi masalah ketika tagihan listrik keluar. Adanya AC kerap membuat pengeluaran membengkak karena tagihan jadi jumbo.

Anda bisa lho mengurangi tingkat pengeluaran listrik agar AC Anda bisa lebih hemat dari sebelumnya. Tentu saja itu bisa dilakukan bila mengerti cara melakukan penghematan dan merawatnya dengan baik sehingga jarang rusak. Bila AC sering rusak tentu memrlukan biaya untuk memperbaikinya.

Alih-alih memanggil tukang service AC dalam kondisi darurat karena AC mati, lebih baik memanggil tukang service berkala untuk memastikan kondisi pendingin ruangan Anda selalu dalam kondisi prima. Gadget Story mencoba mengulasnya dalam artikel berjudul Tips menghemat AC.

5 Tips Menghemat AC

Photo by Max Vakhtbovych on Pexels.com

#1. Jangan salah pilih AC

Banyak orang yang membeli AC tanpa melihat berapa daya yang dihasilkan dan juga kapasitas listrik yang ada di rumah, akhirnya tagihan listrik membengkak dan kambing hitamnya adalah AC tersebut. Padahal memilih saat Menggunakan AC jenis ini adalah bagian terpenting dalam mengurangi pengeluaran listrik rumah Anda.

Pastikan untuk memilih kekuatan PK sesuai dengan luas ruangan Anda. Pilih setengah PK untuk ruangan 12 meter persegi, pilih tiga per empat PK untuk ruangan 15 meter persegi, dan seterusnya. Perhatikan sebelum Anda melakukan pembelian, agar tidak membebani pengeluaran Anda setiap bulannya.

Jika Anda sudah menemukan AC terbaik pilihan Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda. Anda juga harus bijak dalam mengatur suhu ruangan. Setel suhu minimal 24 derajat. 

#2. Mengatur suhu minimal 24 derajat Celcius

Banyak orang mengira ini hanya mitos, karena berapapun suhu yang disetel, daya yang dikeluarkan akan tetap sama. Padahal, besarnya temperatur tersebut sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan oleh sebuah AC.

Misalnya, saat AC dihidupkan dengan suhu 22 derajat setiap malam 6 jam sehari, jumlah keluaran daya akan berbeda saat Anda menyetel suhu hanya ke 24 derajat. Hal ini dikarenakan semakin kecil temperatur AC maka mesin AC akan bekerja lebih cepat dan lama kelamaan daya yang dibutuhkan akan semakin besar.

Nah, mulai sekarang bisa biasakan untuk menyetel suhu AC minimal 24 ° Celcius untuk menghemat konsumsi listrik di rumah.

#3. Bersihkan AC minimal 3 bulan sekali

Selanjutnya adalah membersihkan AC minimal setiap 3 bulan sekali. Banyak orang yang menyepelekan hal ini, dengan melakukan pembersihan AC secara manual atau sekedar membersihkan bagian luar. Padahal komponen AC sangat banyak, mulai dari filter dan juga bagian dalam AC.

Hal yang bisa Anda lakukan adalah membersihkan filter AC minimal 3 bulan sekali. Kemudian untuk pembersihan menyeluruh, Anda bisa memanggil AC minimal setiap 6 bulan sekali. 

#4. Tutup pintu dengan rapat

Ruangan yang tertutup akan sangat mempengaruhi kinerja AC. Saat Anda berada di dalam kamar dan menyalakan AC, pastikan pintu kamar tertutup rapat. Pasalnya, AC tidak akan bekerja maksimal saat ada udara yang masuk. Saat dibiarkan terbuka, kinerja AC akan lebih cepat dan tentunya akan membuat tagihan listrik Anda membengkak. 

#5. Gunakan AC sesuai kebutuhan

Terakhir, gunakan AC sesuai kebutuhan. Nyatanya, Anda tidak perlu menyalakan AC selama 24 jam terus menerus, kecuali Anda membutuhkan ruangan untuk bekerja, kantor, atau aktivitas lain yang melibatkan banyak orang. Jadi nyalakan saja AC di malam hari, dari jam 9 malam sampai pagi. Gunakan timer agar AC bisa mati secara otomatis sehingga bisa menghemat AC.

Bagaimana cara menghidupkan dan mematikan AC secara otomatis? 

Air Conditioner atau AC adalah alat elektronik yang digunakan untuk mendinginkan ruangan yang terasa panas. Banyak orang menggunakan AC saat ini. Baik digunakan di perkantoran, rumah sakit, hotel, rumah tangga dan berbagai ruangan lainnya. Penggunaan AC menjadi pilihan karena lebih efektif dan efisien.

Hanya dengan menekan sebuah tombol pada remote control AC Anda dapat mengatur tingkat dingin yang Anda inginkan. Seiring dengan perkembangan jaman, saat ini banyak sekali kemudahan yang didapat dari pendingin ruangan. 

Salah satunya adalah mengaktifkan dan menonaktifkan AC secara Otomatis. Lalu bagaimana caranya? Simak ulasannya sebagai pelengkap tips menghemat AC berikut ini.

Power ON / OFF dari Remote Control AC

Sebelum menjelaskan cara menghidupkan dan mematikan AC secara otomatis, mari kita lihat dulu fungsi beberapa tombol remote AC. Salah satu tombol pada remote control adalah tombol ON / OFF. Fungsi tombol ini jelas bisa ditebak dari maknanya yaitu untuk menghidupkan AC atau mematikan AC.

Tombol Tampilan pada Remote Control AC

Remote AC memiliki tombol tampilan. Tombol ini digunakan untuk menunjukkan pengaturan pada AC yang dipasang. Layar dapat menunjukkan suhu yang digunakan untuk mode apa yang sedang dijalankan. Display ini akan berfungsi jika AC menyala, jika AC dimatikan maka display juga akan mati. Suhu di Remote Control AC.

Cuma namanya AC pasti ada hubungannya dengan suhu. Temperatur dalam ruangan ber-AC dapat diubah sesuai keinginan pengguna dengan menekan tombol temperatur berupa panah atas atau panah bawah pada remote control. Anda dapat melihat suhu yang digunakan melalui tampilan yang ditampilkan.

Bagaimana cara mematikan AC secara otomatis?

Pada bagian remote control, juga biasanya terdapat tombol yang digunakan untuk mengatur waktu. Tombol tersebut merupakan tombol timer. Pengendalian waktu ini berguna agar penggunaan AC tidak terlalu boros. Sehingga mesin AC tidak akan menyala dengan sembarangan. Menghidupkan dan mematikan AC juga dapat menggunakan remote control.

Kini saatnya kita membahas cara menghidupkan dan mematikan AC hanya dengan menekan remote control AC. Untuk mengaktifkan dan menonaktifkan AC ini, pastikan timer disetel. Pengaturan timer dilakukan dengan menekan tombol 2ndF pada remote control. Setelah itu atur waktu hingga mendapatkan waktu yang diinginkan.

Pilihlah waktu lalu tekan tombol pengaturan timer. Arahkan remote control ke panduan sinyal. Kemudian tekan tombol on pada remote hingga ikon di bagian bawah layar berkedip. Tekan tombol navigasi atas dan bawah hingga Anda menemukan opsi set clear. Pilih set clear dan AC dapat menyala dan mati secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah Anda atur.

Penggunaan pengatur waktu biasanya dilakukan agar Anda tidak terlalu sering menyetel AC dan juga mampu mengefisienkan listrik. Jika sedang terburu-buru, lupa untuk tidak mematikan AC dan tidak mengaktifkan mode aktif dan mematikannya secara otomatis, hal ini dapat membuat AC mudah rusak. Selain itu, tagihan listrik juga akan membengkak.

Bagaimana Cara Menggunakan AC yang Aman untuk Bayi?  

Kamar dengan suhu rendah bisa membuat bayi kedinginan. Oleh karena itu sebagai orang tua hendaknya memahami cara mengatur suhu ruangan yang tepat agar bayi dapat nyaman dan terhindar dari penyakit akibat pengaturan suhu udara ruangan yang tidak tepat.

Berikut beberapa tips agar buah hati Anda aman dan nyaman saat berada di ruangan ber-AC. Pengaturan suhu ruangan tepat dan nyaman. Perubahan suhu panas yang terjadi di luar ruangan dapat berdampak pada AC mesin. 

Ruangan bisa langsung menjadi dingin atau hangat, yang berdampak pada kondisi bayi menjadi tidak nyaman. Berikut Cara menggunakan AC yang Aman untuk bayi Anda.

Jadi, jaga suhu ruangan senyaman mungkin agar tidak terlalu hangat dan tidak terlalu dingin. Atur suhu udara antara 23 hingga 26 derajat Celcius. Beberapa ahli menyarankan agar tidak menggunakan kipas angin atau AC bahkan dalam cuaca lembab. Bayi sebaiknya tidak langsung terpapar udara dingin yang keluar dari AC.

Saat menggunakan AC di kamar bayi, atur agar udara dingin yang keluar dari AC tidak langsung mengenainya. Kenakan pakaian tebal yang menutupi seluruh tubuh mulai dari tangan, kaki dan kepala. 

Anda bisa memakai topi yang ringan di kepala sementara di kaki Anda bisa memakai kaus kaki hangat dan memakai sarung tangan tebal di tangan. Jika Anda menambahkan selimut, sebaiknya gunakan selimut tipis yang diletakkan di bawah siku untuk menghindari selimut menutupi wajahnya. 

Idealnya, bayi harus diberi lebih dari satu lapis pakaian daripada orang dewasa pada umumnya, tetapi jangan sampai terlalu panas atau kepanasan. Posisikan anak agar tidak langsung terkena udara dingin AC seperti halnya jika menggunakan kipas angin.

Jangan letakkan bayi di ruangan atau tempat yang panas setelah keluar dari kamar AC. Setelah berada di ruangan yang bersuhu dingin, disarankan untuk tidak langsung pindah ke tempat bersuhu panas, terutama untuk bayi. Jadi setelah keluar ruangan dengan suhu dingin sebaiknya pindah ke tempat dengan suhu normal terlebih dahulu.

Selalu Ingat 5 Tips Menghemat AC

Karena perbedaan suhu yang tiba-tiba bisa menyebabkan anak sakit. Membersihkan dan memperbaiki AC secara teratur. AC juga menyimpan kotoran yang dapat menyebabkan kerusakan jika tidak dirawat dengan baik.

Selain itu, dampak terhadap kesehatan juga akan berpengaruh, apalagi berdampak pada bayi yang dapat mengganggu kesehatannya.

Jadi membersihkan AC secara rutin adalah hal yang wajib dilakukan agar kualitas udara di dalam ruangan selalu terjaga. AC bisa dibersihkan sendiri atau menggunakan service AC terpercaya. Karena AC juga rawan rusak, sebaiknya lakukan service AC rutin minimal setiap 3 bulan sekali. Padahal, penggunaan AC atau mesin AC tidak perlu setiap saat.

Jika suhunya tidak terlalu panas, Anda bisa menggunakan kipas angin. Ini dapat menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas. Saat udara panas mulai naik, udara dingin akan berada di dasar. Anda bisa meletakkan tikar tipis di lantai untuk meletakkan bayi di atasnya. Bayi juga bisa dikenakan dengan ringan agar tidak kepanasan.

AC dapat digunakan pada saat dibutuhkan, untuk mengatasi serangan udara panas yang tidak dapat diatasi dengan menggunakan kipas angin. Sebagai orang tua, yang terbaik adalah selalu memperhatikan dan memantau perkembangan bayi dan menjaganya tetap nyaman di udara terjaga.

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.